Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ribuan Warga Kepung Gedung DPRD Gresik Minta Bongkar Muat Batu Bara Ditutup


Gresik24jam - Ribuan warga mengepung gedung DPRD Gresik. Mereka menentang aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT Gresik Jasa Tama (GJT), yang mulai beroperasi lagi.

Massa yang demo datang dari Kelurahan Kemuteran, Kroman, Lumpur, dan wilayah sekitar Pelabuhan Gresik lainnya. Tidak hanya diikuti pemuda dan bapak-bapak, anak-anak dan ibu pun tumpah-ruah dalam satu tuntutan.

Maklum, sudah bertahun-tahun mereka merasa menderita karena polusi batu bara dan bayang-bayang ancaman kesehatan. Untuk memberikan hiburan, sejumlah seniman warga setempat pun ikut aksi. Mereka menyuguhkan atraksi pencak macan, kesenian khas warga Lumpur.

Tiba di gedung dewan sekitar pukul 13.00 WIB, massa menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Bendera merah-putih yang sangat panjang dibentangkan.

Ada pula spanduk berisi tuntutan. Seperti yang bertuliskan 'Relokasi Batu Bara Harga Mati!','Di Momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ini, Kami Juga Ingin Merdeka dari Polusi dan Penyakit Dampak Debu Batu Bara'

Gema selawat nabi pun berkumandang mengantarkan perwakilan warga untuk mengikuti pertemuan di dalam gedung dewan. Tampak dalam pertemuan di ruang paripurna itu para pimpinan dewan, pimpinan komisi, Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817/Gresik Letkol (Inf) Taufik Ismail, perwakilan pejabat pemkab dan pihak GJT.

Jalannya pertemuan terbilang singkat lantaran langsung mengarah poin tuntutan massa. Setelah pertemuan selesai, perwakilan warga pun mengumumkan bahwa aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT GJT akhirnya tutup lagi. Ribuan warga pun spontan berteriak 'Alhamdulillah' dan 'Allahu Akbar'. Lalu mereka meninggalkan gedung dewan dengan suka cita dan melantunkan selawat nabi dilanjutkan Lagu Indonesia Raya.

"Kami tidak perlu bercerita banyak. Sudah tidak terhitung hal buruk apa saja yang kami rasakan beberapa tahun terakhir sejak aktivitas batu bara ini beroperasi," ujar Titik Prawati Hesti, perwakilan warga, Selasa (18/8/2020).

Bahkan, lanjut dia, sudah berulang kali pihak perusahaan melanggar kesepakatan yang sudah disepakati bersama DPRD Gresik. Terkahir awal tahun lalu.

Sumber : detik.com