Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tingkat Sembuh 2 Kali Lipat Dibanding Positif, Pemkab Gresik Tetap Waspadai Penyebaran Covid


Gresik24jam - Pemerintah Kabupaten Gresik bakal menggelar rapid tes kembali untuk jajarannya, baik yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau non ASN, Senin (24/8/2020). Rapid tes itu diprioritaskan bagi mereka yang melakukan perjalanan luar kota saat libur panjang akhir pekan ini.

Upaya ini dilakukan Pemkab Gresik untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari daerah transmisi atau zona merah ke Gresik. Langkah ini bukan tanpa sebab, karena Tim Gugus Tugas Covid Gresik sudah berupaya maksimal menekan angka positif dengan pola tracing tracking testing dan treatment.

Pada Minggu (23/8/2020) jumlah pasien sembuh di Gresik mencapai 45 orang. Angka ini jauh melampaui pasien yang terpapar covid yang tercatat 24 orang. Sehingga jumlah pasien sembuh secara keseluruhan mencapai 1.842 orang. Sementara yang masih dirawat tercatat ada 445 orang. Untuk yang terkonfirmasi ada 2.450 orang.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menjelaskan, Senin besok diprediksi menjadi puncak arus balik dan cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN). Libur panjang dan cuti bersama yang jatuh mulai Kamis (20/8/2020) sampai Minggu (23/8/2020). Untuk itu para ASN dan non ASN yang berpergian jauh diminta mengikuti rapid tes. “Untuk teknisnya akan diatur oleh dinas kesehatan,” kata orang nomor satu di Kabupaten Gresik.

Dikatakan, dirinya sudah melaporkan via WA grup ke Gubernur dan Sekda Prov. Selaku Satgas Pemkab Gresik, dia merasa kebingungan di dalam mengambil keputusan dan mengantisipasi jika nanti para pegawai ini hari Senin sudah masuk kerja, baik ASN maupun non ASN.

Sambari meminta solusi atas kekhawatirannya terkait libur panjang pekan ini, karena momentum libur panjang biasanya digunakan untuk berlibur ke luar kota dan mengunjungi sanak keluarga.

“Saya khawatir banget, kemungkinan ada suatu kepastian kalau liburan ini banyak yang berlibur, sambang sinambang ke keluarganya karena mungkin sudah lama tidak ada kebebasan untuk itu,” sambung Sambari.

“Kami ini pelaksana. Jadi kami hanya menepuk dada, bagaimana kalau pegawai kami pergi berlama-lama keluar kota di daerah pariwisata tentu bersentuhan, bergabung, bergerombol jadi kami bingung, jika nanti pulang dan kembali kerja,” imbuhnya.

Dikatakan, hari ini pihaknya akan duduk bersama dengan pemangku kebijakan lain untuk memikirkan solusi terbaik yang akan diambil. “Kami dengan Dinkes, dengan pak Sekda, sudah ada ancang-ancang untuk itu tapi tidak kami sampaikan secara terbuka kami akan melakukan itu. Sudah ada rencana tapi menunggu dari Sekdaprov. Yang kami bicarakan karena tindakan atas pertimbangan waktu dan biaya,” kata Sambari.

Sumber : klikjatim.com